Usia Terbaik Deteksi Dini Jantung

Admin - 2019-04-27

Penyakit jantung masih jadi pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia. Penyakit  kardiovaskular ini dapat menyerang siapa saja, terutama orang-orang yang memiliki faktor risiko.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Ario Soeryo Kuncoro menyarankan agar setiap orang melakukan deteksi dini penyakit jantung untuk dapat mencegah dampak yang parah dan fatal. Menurut Ario, usia terbaik untuk melakukan deteksi dini tergantung pada faktor risiko penyakit jantung yang dimiliki oleh seseorang.

"Usia deteksi dini itu di beberapa negara maju tergantung pada faktor risiko yang dimilikinya. Tapi secara umum, saya dapat sarankan sebaiknya di usia 40 tahun," ucap Ario dalam diskusi yang digelar Philips di Jakarta, Kamis (11/4).

Faktor risiko penyakit jantung itu meliputi usia, faktor keluarga atau genetik, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, pola makan buruk, kurang olahraga, merokok, dan alkohol. Semakin bertambah usia seseorang, semakin besar pula risiko terkena penyakit jantung. 
 
Ario menjelaskan, penyakit jantung berhubungan dengan pembuluh darah. Pasalnya, jantung bertugas untuk memompa darah dari dan ke seluruh tubuh yang dialirkan melalui pembuluh darah.

Sejak usia remaja, kata Ario, sudah terjadi penumpukan lemak di pembuluh darah. Penumpukan inilah yang merupakan cikal bakal penyakit jantung dan kardiovaskular lainnya jika terus dibiarkan.

"Dari usia muda sudah mulai ada penumpukan di pembuluh darah, apalagi ada faktor keturunan," ucap Ario yang berpraktik di RS Jantung Harapan Kita.

Sementara kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi, kolesterol, serta obesitas juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Jika memiliki dua atau lebih dari faktor risiko tersebut, segera lakukan deteksi dini penyakit jantung. Deteksi dini penyakit jantung dapat dilakukan dengan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.
 
Untuk mencegah penyakit jantung, Ario menyarankan agar setiap orang dapat melakukan gaya hidup sehat untuk mengurangi faktor risiko yang dapat dikurangi seperti obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Jalani pula pola hidup sehat seperti makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok serta tidak mengonsumsi alkohol.

"Ini bukan hanya sekadar tahu saja, tapi harus dilakukan," ujar Ario
 
.