Selamat Hari Film Nasional ke-68, Inilah 3 Film Indonesia yang Raih Penghargaan Internasional

Admin - 2019-03-30

Hari Film Nasional merupakan momentum tahunan yang diperingati setiap tanggal 30 Maret. Dilansir dari bekraf.go.id, penetapan Hari Film Indonesia dilakukan sejak tahun 1962 oleh Konferensi Kerja Dewan Film Nasional dan Organisasi Perfilman. Dipilihnya tanggal ini karena pada 30 Maret 1950 ada sebuah peristiwa sejarah dalam dunia film Indonesia.
 
Pada saat itu, sutradara Usmar Ismail melakukan pengambilan gambar pertama kali dalam film Darah dan Doa. Darah dan Doa adalah film Indonesia pertama bercirikan negeri ini dengan segala hal yang diprakarsai oleh orang Indonesia.
 
Hari Jumat (30/3/2018) merupakan perayaan Hari Film Nasional yang ke 68. Perfilman Indonesia pun terus maju dengan banyaknya karya film anak bangsa yang bisa dinikmati penonton di bioskop. Bahkan tiga diantara banyak film yang telah diproduksi mendapat penghargaan internasional.
 
Dilansir dari akun sosial media Twitter @Quipper_ID Ketiga film tersebut adalah sebagai berikut:
 
1. The Raid
Film bergenre Action ini berhasil menerima dua penghargaan internasional yaitu di Toronto Internasional Film Festival (2011) dan Dublin International Film Festival (2012). The Raid adalah film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais.
 
2. Laskar Pelangi
Film bergenre Drama ini juga menerima dua penghargaan internasional yaitu di Asian Film Awards (2009) dan Hong Kong International Film Festival (2009). Laskar Pelangi adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 26 September 2008. Film Laskar Pelangi merupakan karya adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata.
 
3. Marlina
Film bergenre Drama ini menerima penghargaan internasional dari Tokyo FILMex International Film Festival (2017) dan Cannes Film Festival (2017).
 
Marlina menceritakan sebuah kisah seorang janda muda dari bebukitan di Pulau Sumba, Indonesia. Saat dirampok oleh sekelompok penjahat, ia menyelamatkan dirinya dengan membunuh para penjahat tersebut. Keesokan harinya ia melalukan perjalanan pencarian keadilan, kekuatan, dan penebusan dosa. Namun, dalam perjalanannya ia terus dihantui oleh arwah tanpa kepala dari korbannya. 
 
 
Source:  tribunnews.com
.